Selain Maaf dan Terimakasih, Ini Hal Penting Yang Perlu Diajarkan Pada Anak

Saat si kecil sudah mulai bisa bicara, umumnya orang tua mengajarkan beberapa hal penting terkait kesopanan seperti mengucapkaan maaf dan terimakasih. Tapi selain kedua hal tersebut, banyak sekali lho, manner lain yang perlu anak ketahui.

Anda sebagai orang tua perlu mengajarkan hal tersebut sejak dini agar saat besar nanti anak menjadi sosok yang penuh sopan santu kepada semua orang. Yuk, simak apa saja yang perlu diajarkan pada anak seperti berikut ini:

1. Menghargai jarak orang lain di tempat umum

Pernahkah Anda terganggu karena tiba-tiba ada anak kecil yang berlarian di sebelah Anda saat makan di sebuah restoran? Dalam kejadian tersebut, bukan sang anak yang harus disalahkan namun orang tuanya. Banyak orang tua yang menganggap di tempat umum sang anak bebas melakukan apa saja.

Padahal tersebut sangatlah keliru, sebab ada yang namanya physical space alias jarak untuk berkontak fisik. Ini berarti ketika berada di tempat umum, sebaiknya Anda menjaga jarak dari orang di sekitar sehingga tidak sampai bersentuhan secara fisik. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghargai privasi orang tersebut.

2. Menunjukkan respek pada yang lebih tua

Anak-anak zaman sekarang cenderung cuek pada orang yang lebih tua, terlebih lagi jika tidak memiliki hubungan dengan mereka. Tak jarang saat bertemu teman dari ayah dan ibu, anak hanya diam saja dan tak melakukan apapun.

Padahal penting sekali untuk menunjukkan rasa respek pada mereka yang lebih tua, bisa dengan menyapa atau mencium tangan. Beberapa orang tua juga mengajarkan anak mereka untuk mencium atau memeluk kerabat maupun rekan yang ditemuinya.

3. Mengingat nama orang

Tentu tidak menyenangkan bukan, kalau ada orang yang lupa nama Anda hingga harus menggunakan kata ganti lain seperti ‘yang pakai kacamata’ atau ‘yang gemuk’? Itulah pentingnya mengingat nama seseorang, dan hal ini harus diajarkan pada anak. Jangan sampai saat pertemuan keluarga, anak tidak bisa mengenali siapa saja yang ada di sana hingga berucap, “Mama, aku tadi dikasih uang sama om yang rambutnya putih itu”.

4. Tidak menunjuk dan mengamati orang lain

Anak-anak memang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga tidak jarang mereka memperhatikan hal yang tidak semestinya. Misalnya saja, saat berada di sebuah restoran, si kecil tiba-tiba memperhatikan seorang pengunjung yang sedang makan menggunakan sumpit.

Mungkin ia tidak memiliki maksud buruk, hanya saja merasa penasaran karena belum pernah melihat sumpit sebelumnya. Nah, tanpa Anda sadari hal ini bisa mengganggu orang lain yang terus diperhatikan oleh anak. Apalagi kalau sampai ia menunjuk orang tersebut dan bertanya kepada Anda.

5. Sopan kepada orang yang memiliki disabilitas

Sama seperti poin sebelumnya, rasa ingin tahu anak kadang membuatnya menanyakan hal yang tidak semestinya, misalnya saja ketika melihat seseorang duduk di kursi roda. Mungkin ia dengan polosnya akan bertanya mengapa orang tersebut hanya mempunyai satu kaki atau mengapa ia tidak berjalan saja dan hanya diam di kursi roda. Meski kebanyakan orang dewasa bisa memahami kepolosan anak-anak, tapi bisa jadi juga ada yang merasa tersinggung, bukan?

Memang membutuhkan waktu dan usaha, namun mengajari sopan santun akan memberikan manfat besar pada buah hati di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *