Kenali 4 Gaya Pengasuhan Orang Tua, Anda Termasuk yang Mana?

Tahukah anda, ada empat jenis gaya pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua, yaitu permisif, otoriter, otoritatif, dan tidak terlibat. Tentu semua gaya pengasuhan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun orang tua perlu memahami bahwa setiap gaya pengasuhan akan memiliki efek yang membentuk karakter anak kelak. 

Untuk mengetahui gaya pengasuhan mana yang anda terapkan kepada anak-anak, berikut penjelasannya: 

1. Gaya Pengasuhan Permisif 

Gaya pengasuhan ini menganut prinsip orang tua serba membolehkan. Ciri utamanya adalah orang tua memiliki beberapa aturan namun tidak konsisten dalam penerapannya. Aturan memang dibuat namun tidak ditegakkan. Orang tua mudah luluh dengan permintaan anak, dan seringnya mengabulkan tanpa syarat apapun. 

Orang tua dengan gaya pengasuhan ini sangat berusaha agar anak-anaknya bahagia. Biasanya orang tua memposisikan diri sebagai sahabat anak dan selalu hadir untuk memenuhi kebutuhan anak. Itulah sebabnya terkadang orang tua cenderung menghindari konflik -agar anak-anak tetap bahagia- sehingga mudah menyetujui keiinginan anak.

7 Gaya Pola Asuh Anak yang Tepat untuk Anda Sebagai Orang Tua -  Wartakotalive.com

Gaya pengasuhan ini memiliki cara berkomunikasi yang cenderung terbuka. Kebanyakan orang tua membiarkan anak mempunyai kebebasan untuk memutuskan sesuatu. Malah terkadang, orang tua tidak terlalu memberi arahan yang dibutuhkan anak-anak. 

Dari gaya pengasuhan ini, efek jangka panjangnya adalah anak memiliki disiplin diri yang rendah. Biasanya anak-anak akan sering menuntut dan memaksa. Karena aturan yang kurang ditegakkan, anak-anak bisa merasa tidak aman dan bingung karena tidak ada ketegasan dari orang tua. 

2. Gaya Pengasuhan Otoriter

Ciri utama dari gaya pengasuhan ini adalah orang tua mempunyai aturan yang kaku, dan serba “harus”. Orang tua menaruh harapan yang tinggi untuk anak-anak, dan harus dituruti.

Ciri lainnya, orang tua juga sangat menuntut namun tidak responsif. Anak-anak tidak diberi pilihan dan perasaan mereka juga tidak dipertimbangkan. Cara berkomunikasinya satu arah, hanya orang tua yang harus didengarkan. 

Hati-hati saat Memarahi Anak, Ini Dampak yang Mungkin Terjadi - Halaman all  - Tribunjabar.id

Maksud orang tua mungkin memberikan yang terbaik untuk anak, namun hati-hati dengan efeknya. Karena tertekan di dalam rumah, anak-anak dapat memiliki perilaku yang lebih agresif di luar sana. Anak-anak juga memiliki kepercayaan diri yang rendah, karena tidak terbiasa memutuskan, bahkan untuk dirinya sendiri. 

Ciri utama dari gaya pengasuhan ini adalah orang tua mempunyai aturan yang kaku, dan serba “harus”. Orang tua menaruh harapan yang tinggi untuk anak-anak, dan harus dituruti.

Ciri lainnya, orang tua juga sangat menuntut namun tidak responsif. Anak-anak tidak diberi pilihan dan perasaan mereka juga tidak dipertimbangkan. Cara berkomunikasinya satu arah, hanya orang tua yang harus didengarkan. 

Maksud orang tua mungkin memberikan yang terbaik untuk anak, namun hati-hati dengan efeknya. Karena tertekan di dalam rumah, anak-anak dapat memiliki perilaku yang lebih agresif di luar sana. Anak-anak juga memiliki kepercayaan diri yang rendah, karena tidak terbiasa memutuskan, bahkan untuk dirinya sendiri. 

3. Gaya Pengasuhan Otoritatif 

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa gaya pengasuhan ini adalah yang paling ideal. Gaya pengasuhan ini bersifat demokratis, di mana orang tua dan anak berkomunikasi dua arah. Segala sesuatu dibicarakan bersama untuk mendapatkan solusi yang terbaik. 

Orang tua tetap memberikan aneka aturan, bedanya aturan ditegakkan dengan konsisten, dan ada konsekuensi. Sikap orang tua yang konsisten seperti ini akan membuat anak-anak punya rasa hormat kepada orang tua. 

Ini Dia 8 Sikap Orang Tua yang Disenangi Buah Hati - Cermati.com

Gaya pengasuhan ini akan mendorong anak untuk percaya diri dalam berpendapat dan mengambil keputusan. Anak juga merasa dihargai karena didengarkan pendapatnya oleh orang tua. Justru ketika anak merasa didengarkan, orang tua lebih mudah menanamkan nilai-nilai baik seperti disiplin dan kemandirian. 

4. Gaya Pengasuhan Tidak Terlibat

Gaya pengasuhan yang keempat ini adalah yang harus dihindari. Gaya pengasuhan tidak terlibat berarti orang tua abai dan tidak memenuhi kebutuhan anak-anak, baik fisik maupun psikis. 

Orang tua tidak membimbing, tidak mengarahkan, dan memberikan perhatian yang dibutuhkan anak-anak. Anak-anak dibiarkan berjuang sendirian dan orang tua tidak mengetahui apa yang dilakukan atau diinginkan anak-anak mereka. 

Biasanya kasus seperti ini terjadi karena orang tua memiliki kondisi kesehatan mental yang kurang baik. Orang tua memiliki masalahnya sendiri, sehingga acuh terhadap anak. Karena gaya pengasuhan ini, anak akan merasa tidak bahagia dan sendirian di hidup mereka. Biasanya mereka kurang percaya diri dalam pergaulan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *