Hati-Hati, Kebiasaan Buruk Orang Tua Bisa Dengan Mudah ‘Diwarisi’ Si Kecil

Tahukah Anda, anak merupakan sebuah spons besar yang siap menyerap apapun yang dilihat dan didengarnya. Hal tersebut membuat Anda harus berhati-hati dalam bersikap dan berucap, sebab bisa dengan mudahnya ditiru oleh anak.

Parahnya, beberapa kebiasaan tampaknya tidak terlalu buruk sehingga tanpa Anda sadari terus menerus dilakukan di depan si kecil. Kebiasaan apa saja itu? Dan apakah Anda termasuk orang tua yang sering melakukannya? Yuk, simak informasinya berikut ini :

1. Mengacuhkan orang di sekitar saat sedang main smartphone

Hayo ngaku, Anda pasti sering sekali kan, sibuk bermain gadget entah itu chatting atau yang lain sampai-sampai tidak sadar ketika ada orang lain yang mengajak bicara? Sepintas, ini memang tampak tidak ‘membahayakan’ untuk anak. Tapi bahkan perilaku seperti ini pun bisa ditiru oleh si kecil.

Jangan heran kalau dia jadi cuek ketika sedang asyik nonton televisi atau main game. Itu semua karena ia menganggap tak masalah mengabaikan orang di sekitar saat sedang asyik melakukan sesuatu. Maka dari itu, sebaiknya batasi waktu menggunakan gadget terlebih lagi jika tidak terlalu penting saat sedang bersama buah hati.

2. Berbicara dengan nada keras

Saat sedang lelah, emosi memang seringkali tidak bisa diajak kompromi. Akibatnya Anda sering sekali berbicara dengan nada keras ke suami, orang tua, atau asisten rumah tangga. Suatu hari, Anda mendapati si kecil suka membentak dan berkata keras. Hmm, kira-kira meniru siapa, ya? Jangan melabeli anak nakal hanya karena ia suka membentak.

Sebab semua yang dilakukannya sudah pasti pernah dilihatnya di suatu tempat. Kalau Anda memiliki anak yang suka membentak, lebih baik introspeksi diri terlebih dahulu apakah Anda juga sering melakukan hal yang sama atau tidak.

3. Selalu membandingkan anak dengan orang lain

“Lihat dong, Elen saja sudah bisa makan sendiri”, atau “Kakak kok gak bisa dapat nilai bagus seperti Bagas?”, hmm kebiasaan membandingkan ini adalah salah satu yang terburuk dari orang tua. Seperti halnya orang dewasa, tak ada anak yang suka dibandingkan.

Hal tersebut bisa menurunkan kepercayaan dirinya. Dan lagi, anak juga akan meniru membandingkan segala yang dimilikinya dengan orang lain, misalnya “ Kakak sudah punya sepeda baru, aku kok belum?” atau “Mama kenapa di rumah kita TV-nya kecil tidak seperti di rumah Nene?”.

4. Selalu mengeluh tentang berbagai hal

“Aduh, baru juga jemur baju sudah hujan”, “Ya ampun, cucian kotor sudah numpuk lagi!, “Kok badanku masih gemuk saja, ya?”. Pernahkah Anda mengucapkan hal-hal tersebut di depan si kecil? Mungkin semua itu berkesan biasa saja, tapi sebenarnya kebiasaan mengeluh tersebut sangat tidak baik dan bisa ditiru buah hati.

Jangan kaget kalau suatu saat ia akan dengan mudahnya mengeluah saat mendapat PR dari sekolah atau mengeluh ketika disuruh merapikan tempat tidurnya. Keluhan-keluhan tersebut memang kadang keluar secara spontan sehingga susah dihilangkan. Tapi tak ada salahnya kan, Anda belajar untuk mengerem diri dan bersikap lebih positif demi buah hati?

Tuh kan, bahaya sekali lho, kebiasaan buruk yang Anda lakukan. Jangan sampai buah hati tersayang menjadi anak yang bandel hanya karena suka meniru kebiasaan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *