Cara Menyusui Bayi yang Benar Tanpa Dot

Beberapa ibu muda sering galau ketika bayinya enggan menyusui atau lebih memilih menyusu lewat dot daripada puting ibunya sendiri. Pasalnya, menyusui lewat dot menghilangkan banyak kenikmatan menyusui langsung salah satunya ikatan kuat ibu dan bayi yang terbangun selama proses menyusui langsung. Salah satu alasan inilah yang membuat ibu sedih karena tak bisa menyusui tanpa perantara dot.

Ibu dan Bayi Terpisah karena Covid-19, Ini Tips Menyusui Agar Tak Bingung  Puting - Cantik Tempo.co

Kebanyakan bayi yang lebih senang menyusu dot daripada menyusui langsung lewat puting dikarenakan dia sudah telanjur dimanjakan dengan dot yang jauh lebih mudah memberinya susu daripada puting. Semirip apapun putingĀ  buatan pada dot tidak pernah bisa menyerupai bentuk dan cara kerja puting (lebih tepatnya aerola) untuk menyediakan susu untuk bayi. Sebelum terlambat dan terpaksa harus relaksASI, lakukanlah beberapa cara menyusui bayi yang benar tanpa dot berikut ini.

1. Menyusui sesering dan sebisa mungkin

Tak dapat dipungkiri, menyusui adalah salah satu kegiatan menyenangkan tetapi menguras waktu, tenaga, juga emosi. Bahkan ibu menyusui selalu diimbau untuk mengelola stress dan tetap bahagia agar aliran susu lancar dan bayi tenang karena mendapat cukup asupan ASI. Untuk bayi baru lahir, cara menyusui bayi yang benar adalah dengan melakukannya setiap dua jam sekali. Dengan sering menyusui bayi akan melatih mulut bayi melakukan perlekatan dengan baik pada payudara ibu.

Pada beberapa kasus yang terjadi, ibu gampang menyerah ketika tidak bisa melakukan perlekatan yang sempurna sehingga bayi tidak puas menyusu lalu beralih ke susu formula. Padahal jika ibu sedikit bersabar dan terus menyusui sambil mencari cara bagaimana agar bisa melakukan perlekatan dengan baik, pasti bayi bisa menyusui dengan nyaman.

2. Hindari sama sekali pemakaian dot dalam bentuk apapun

Di luaran terdapat berbagai macam dot bahkan yang digadang-gadang menyerupai bentuk puting asli. Faktanya, semirip apapun mulut dot dengan puting tetap saja tidak bisa menyamai mekanisme puting saat disedot bayi. Untuk menyedot ASI dari payudara, bayi membutuhkan upaya ekstra saat mengisap, berbeda dengan dot yang tidak memerlukan usaha lebih seperti pada puting. Itulah kenapa jika ingin melakukan cara menyusui bayi yang benar sampai bayi berusia dua tahun, pemakaian dot sangat tidak disarankan.

Mungkin beberapa ibu akan menyanggah, sebab pada sebagian kasus, bayi yang mengenal dot tetap mau menyusu lewat payudara juga. Ya, memang tidak menutup fakta itu sih tapi sebagian besar bayi yang sudah mengisap dot pada akhirnya enggan menyusu langsung. Bukankah kita sebaiknya menghindari segala kemungkinan buruk bukan? Sebab jika bayi yang sering menyusu pada dot diberi payudara, isapannya tidak akan sekuat sebelumnya karena menganggap payudara sama dengan dot dan pada akhirnya juga berdampak kepada suplay ASI pada payudara sang ibu. Bukankah jika bayi malas mengisap atau tidak mengisap dengan benar, tubuh tidak akan mengirim sinyal butuh ke otak dan suplay ASI tidak akan terus terjadi?

3. Pompa sesering mungkin

Teknik ini dipahami dengan benar oleh ibu-ibu yang menyusui bayinya dengan cara eping yaitu ekslusif pumping. Jika bayi tetap enggan menyusu langsung dan lebih memilih dot, selain relaktasi, ibu punya satu jalan lain yaitu dengan pumping alias memompa ASI dan memberikannya lewat berbagai media termasuk dot. Jika Anda ibu bekerja dan tetap ingin memberi ASI langsung di luar jam kerja, upayakan selalu memompa ASI dengan teratur untuk stok saat bayi ditinggal bekerja. Satu catatan penting, gunakan media selain dot untuk memberikan ASI bisa lewat sendok atau cara lain sehingga cara menyusui bayi yang benar tanpa dot tetap bisa Anda pertahankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *