BABY BLUES? SEGERA TERAPI MANDIRI!

Hai hai halo para pembaca yang budiman, merasa ada yang janggal dengan diri sendiri setelah melahirkan si buah hati? Jika mulai merasakan atau terlihat istri/saudara kita mengalami baby blues segera lakukan terapi mandiri, lalu bagaimana cara melakukan terapi mandiri? Let’s check this out!!!.

5 Penyebab Baby Blues Syndrome pada Ibu Baru | Popmama.com

Ada banyak cara untuk terapi , mengutip dari (alodokter, n.d.) ada empat cara yaitu jangan memaksakan diri melakukan apapun sendiri, lakukanlah pekerjaan yang mampu saja. Mulai dari mengurus bayi, sampai pekerjaan rumah jika memang tidak sanggup maka serahkanlah kepada orang yang terpercaya seperti anggota keluarga lain, saudara, dan pembantu rumah tangga. Kedua tidurlah yang cukup, umumnya ibu akan begadang karena tangis anak pecah di tengah malam. Disini peran suami atau baby sitter sangat diperlukan untuk menggantikan peran ibu di tengah malam, agar sang ibu bisa tidur nyenyak. Ketiga lakukan olahraga mudah bagi ibu tidak harus olahraga berat yang menguras tenaga tetapi bisa dengan berjalan keliling rumah. Makanan juga jangan asal, usahakan tetap menerapkan pola makan seimbang agar tubuh kembali fit seperti sedia kala. Yang terakhir bertukar cerita, jangan memendam perasaan sendiri. Jika memang sudah tidak kuasa untuk menelan pahitnya sebuah kisah, maka coba ceritakan kepada suami agar lebih lega dan tidak menimbulkan tekanan batin.

Namun jika memang terapi mandiri tidak mampu dilakukan maka segeralah mengunjungi dokter kepercayaan masing-masing untuk mendapatkan konsultasi yang lebih pasti, mengulik dari (gooddoctor, n.d.) dokter akan menyarankan 2 alternatif yaitu terapi individu/konseling pernikahan dan terapi hormon. Alternatif pertama menjadi alternatif paling aman karena ibu akan mendapat bimbingan dalam belajar menjadi seorang ibu jikalau kurang mendapat dukungan dari keluarga, nah untuk alternatif kedua akan diadakan penggantian hormon estrogen yang dikombinasikan dengan anti depresan namun sangat memiliki resiko tinggi sehingga harus benar-benar dikonsultasikan dengan dokter yang ahli di bidang ini. Karena tak semua keluarga dapat menjadi pendamping yang baik bagi ibu yang baru belajar mengurus bayinya, sehingga peran para ahli mungkin menjadi solusi bagi para ibu untuk melalui masa adaptasinya.

Tapi jangan khawatir bagi para calon ibu dapat menghindari terjadinya baby blues dari jauh-jauh hari kok, mengutip dari (theasianparent, n.d.) ada beberapa cara untuk mengelak dari gangguan mental ini. Pertama persiapkan diri untuk menjadi orang tua khususnya sosok ibu mulai dari financial sampai psikis/mental, kedua memperbanyak pikiran positif juga meningkatkan gaya hidup sehat jadi segera jauh-jauh dari negative thinking ya guys. Ketiga biasakan makan makanan bergizi agar tubuh sehat dan benar-benar kuat menghadapi kondisi hamil sampai pasca melahirkan nanti, keempat terapkan me time yaitu waktu untuk kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan gores senyum di wajah. Para calon ibu bisa melakukan senam ibu hamil, merawat tanaman di kebun, atau bermusik untuk menghibur diri. Kelima tingkatkan pengetahuan tentang menjadi orang tua, kehamilan dan setelah melahirkan nanti. Kita bisa membaca artikel positif atau bertanya kepada keluarga yang lebih senior mengurus bayi, dengan memahami hakikat ibu sebenarnya kita dapat meredam dampak negatif melahirkan. Keenam keluarga harus siap menjadi support system, dan terakhir bisa bergabung dengan komunitas yang peduli dengan syndrome baby blues.

Sekian artikel kali ini, jangan kucilkan mereka dengan pernyataan meremehkan, tapi besarkan hatinya karena support adalah obat terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *